Dari
pengamatan (qs. al alaq : 1-8), memberi pengetahuan, yang kemudian melahirkan
setetes ideas pemikiran, yang kritis ketika dihadapkan dengan fenomena
kehidupan ini, yang kemudiannya lagi dari setetes ideas pemikiran tersebut
telah sedikit mendewasakan akal-rasio, batin-intuitif dalam bentuk segelas
pemahaman (guest for understanding).
Tak dapat dielakkan lagi berbagai fenomena yang terjadi disetiap aspek kehidupan ini (agama, moral, hukum, ekonomi, sosial, politik, etc), baik yang sifatnya global maupun nasional telah membawa kita pada satu “titik” yang sama. Keanekaragaman perbedaan diantara kita pun sekarang sudah bukan menjadi suatu kompleksitas masalah untuk diperdebatkan lagi (yang tak habisnya) alias sudah expired. Tanpa kita sadari!, ada satu “titik” yang telah menyatukan kita dalam suatu ruang khusus, yaitu ketika halnya dihadapkan dengan fenomena kehidupan yang terjadi sekarang ini, pada peradaban manusia dalam mempertahankan eksistensinya. ”Titik” tersebut itu ialah “kesamaan krisis” (the same crisis).
Kita bisa lihat, eropa yang sekarang sudah tidak dapat lagi mempertahankan hegemoninya, begitupun negara-negara timur terafiliasi dengan “titik” ini, dan bagaimana lagi dengan krisis bangsa ini. Mulai dari krisis intelektual, krisis moral, krisis dunia ekonomi, krisis sosial, krisis kepercayaan terhadap pemerintah, krisis terhadap lembaga-lembaga negara, krisis terhadap lembaga-lembaga hukum dan penegakkan hukum aparat hukum, bahkan sampai pada krisis terhadap legitimasi sebagian undang-undang (yang dibuat oleh sekelompok manusia hedon yang cacat moral dan pincang agamanya).
Hal
inilah yang telah melahirkan setetes ideas pemikiran dalam bentuk segelas
pemahaman, yang mencoba untuk melihat lagi dan lagi, “taqarrub” dan kemudian
mengkoreksinya (diri dan system). Dengan konsep “guideline of life”..Three
variables in the two pyramids..
“Guideline
of life”..Three variables in the two pyramids. Pedoman hidup dengan 3 variable
yang saling berhubungan dengan gambaran pyramid dalam pyramid. Dipahami dan
diwujudkan dengan sebaik mungkin dan menyeluruh, yang tidak bisa secara parsial
saja. “Three varibale in the two pyramids”, yang diantaranya :
The first
pyramids : 1. guideline/nash 2. akal/aql 3. intuitif/nafs,
and the
2nd pyramid : 1. hablumminallah 2. hablumminannas, 3.
hablumminannar..
1. hablumminallah,
adapun hubungan kita manusia sebagai “hamba” yang hina lagi merugi (lihat qs.
al ashr 1-3), yang otaknya tak sebesar buah kelapa, alias akal pas-pasan,
dengan “Rabb semesta alam” yang menciptakan, yang memelihara, dan yang memberi
rezeki, maha suci dan maha segala-galanya. Hal ini harus kita tahu dan paham
betul dulu kemudian baru dapat kita amalkan dalam bentuk ibadah.
guideline
:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepadaKu”. (qs. adz dzaariyaat : 56)
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepadaKu”. (qs. adz dzaariyaat : 56)
“Dan
beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini
(ajal)”. (qs. al hijr : 99 )
“Padahal
mereka tidak disuruh kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus dan agar mereka
mendirikan shalat dan menunaikan shalat dan demikian itulah orang-orang yang
lurus”. (qs. al bayyinah : 5).
ep :
Kalaulah kita jeli, maka kita akan temui rasa kekaguman (sense of wonder) terhadap bangsa ini, lihat “the five principle” sila pertama “KeTuhanan Yang Maha Esa”, serta “Konstitusi” negara republik Indonesia pasal 29 (1) “Negara berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa”.
Kalaulah kita jeli, maka kita akan temui rasa kekaguman (sense of wonder) terhadap bangsa ini, lihat “the five principle” sila pertama “KeTuhanan Yang Maha Esa”, serta “Konstitusi” negara republik Indonesia pasal 29 (1) “Negara berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa”.
2. hablumminannas,
sebagai variable kedua. Hubungan antar sesama manusia, baik itu yang
berhubungan dengan muamalah, mu’asyarah, maupun munakahat. Apapun hal itu
yang ada relevansinya dengan sesama manusia, hal tersebut pun bisa jadi berupa
hubungan interaksi manusia dan hubungan kerja antar manusia (hubungan kerja
antara si pemberi pekerjaan dan pekerja, antara murid dan guru, dokter dan
pasien, suami dan isteri, dan juga berupa hubungan kerjasama antar negara dalam
pergaulan dunia internasional, hubungan kerja antar lembaga-lembaga,
badan-badan sosial dan hukum, koorporasi, etc.
Kiranya
ada itikad baik dalam hubungan ini, kalaupun mau berkompetisi maka lakukanlah
dengan cara yang baik dan sehat, yang pada prinsipnya harus ada keseimbangan
antara akal pemikiran dan rasa intuitif (akal sehat dan budi pekerti yang baik)
yang berpedoman pada nash :
“al
quran”
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa al quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?. (qs. fushilat : 53)
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa al quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?. (qs. fushilat : 53)
“as
sunnah”
“Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang musyrik membenci”. (qs. ash shaf : 9)
“Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang musyrik membenci”. (qs. ash shaf : 9)
Qola
Rasulullah saw :
“Man tamasaka bi sunnati inda fasadi ummati falahu ajru miiyati sayyid”. (Barang siapa yang berpegang teguh dengan salah satu sunnahku di zaman yang fasad/kerusakan umat ini, maka ia mendapatkan ganjaran seratus pahala mati sahid.
“Man tamasaka bi sunnati inda fasadi ummati falahu ajru miiyati sayyid”. (Barang siapa yang berpegang teguh dengan salah satu sunnahku di zaman yang fasad/kerusakan umat ini, maka ia mendapatkan ganjaran seratus pahala mati sahid.
“Man ahya sunnati faqod
ahabani waman ahabani kaana ma’afil jannah”.
(Barang siapa yang
menghidupkan sunnahku berarti ia cinta kepadaku dan
barang siapa yang cinta
kepadaku maka ia akan masuk syurga bersamaku).
Hal
ini, sebagai guideline of life atau hukum normatif yang bersifat imperatif.
guideline
:
“Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”. (al maidah : 2)
“Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”. (al maidah : 2)
“Hai
manusia sesungguhnya kami menciptakan dari seorang laki dan perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu ialah yang paling taqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah lebih maha mengetahui dan lagi maha
mengenal”. (al hujurat : 13)
“Mereka
diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang
kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka
kembali mendapat kemurkaan dari Allah”. (qs. ali imran : 112)
“Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu
bercerai berai”. (qs. ali imran : 103 )
ep :
Bangsa ini pun punya hal itu, kembali lagi rasa kekaguman itu datang lagi. Lihat “the five principle” sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, dan “konstitusi” negara ini, pada alinea pertama “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa…pri kemanusiaan dan pri keadilan”.
Bangsa ini pun punya hal itu, kembali lagi rasa kekaguman itu datang lagi. Lihat “the five principle” sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, dan “konstitusi” negara ini, pada alinea pertama “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa…pri kemanusiaan dan pri keadilan”.
3. hablumminannar,
sebagai variable ketiga dari konsep “guideline of life”..Three variables in the
two pyramids. Yang dimana hal ini mengatur hubungan kita manusia dengan makhluk
lain (alam lingkungan, laut, sungai, gunung, tanah, air, pohon dan tumbuh-tumbuhan,
segala macam hewan, dan juga jin dan malaikat, etc), tapi dalam hal ini kita
tidak membahasnya (jin dan malaikat) tapi
percaya akan eksistensinya, melainkan pada variable ini kita berbicara
bagaimana manusia berbuat terhadap alam lingkungannya, baik dalam hal
pemanfaatan maupun pelestariannya.
Dalam
konteks ini, saya mengambil salah satu contoh saja dari sekian banyak contoh,
yaitu yang berhubungan dengan koorporasi, yang dimana koorporasi yang
dijalankan manusia sudah tentu terafiliasi dengan alam lingkungannya dalam hal
produksi (lingkungan sekitar tempat produksi, bahan mentah produksi, dan hasil
sisa produksi yang berupa limbah berbahaya). Hal inilah yang jadi
permasalahannya, banyak koorporasi yang dijalankan manusia itu sudah tidak
bersahabat lagi dengan alam lingkungannya, atau bisa dikatakan lebih banyak
mudhoratnya daripada manfaatnya. Alam ini deperuntuhkan untuk berkhidmat kepada
manusia demi kelangsungan hidupnya (kesejahteraan/kemakmuran) yang bersifat
“keperluan/kebutuhan”, dengan catatan dalam hal penggunaannya tidak melampaui
batas, serta harus ada itikad baik dalam hal pelestariannya. Koorparasi dalam
hal ini kiranya harus punya komitmen akan prinsip CSR’nya (Coorporate Social
Responsibility) agar menjadi koorporasi yang baik dengan sifat GCG’nya (Good
Coorporate Governance).
guideline
:
Agar baik adanya dalam konteks ini (hubungan manusia dengan alam lingkungan), kiranya harus ada wujud yang nyata dari manusia, karena dasarnya manusia yang berhajat, alam yang berkhidmat, maka lagi dan lagi pendekatannya sama seperti pada variable pertama dan kedua, yaitu harus dengan adanya keseimbangan antara akal/aql dan intuitif/nafs yang disandarkan pada nash (al quran dan as sunnah) sebagai “guideline” yang sifatnya membimbing dan memberi petunjuk.
Agar baik adanya dalam konteks ini (hubungan manusia dengan alam lingkungan), kiranya harus ada wujud yang nyata dari manusia, karena dasarnya manusia yang berhajat, alam yang berkhidmat, maka lagi dan lagi pendekatannya sama seperti pada variable pertama dan kedua, yaitu harus dengan adanya keseimbangan antara akal/aql dan intuitif/nafs yang disandarkan pada nash (al quran dan as sunnah) sebagai “guideline” yang sifatnya membimbing dan memberi petunjuk.
“Wahai
Tuhan kami, tidakklah engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,
maka peliharalah kami dari siksa api neraka”. (qs. ali imran : 191)
“Tidakkah
kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukan untuk kepetinganmu apa yang
ada dilangit dan apa yang ada dibumi, dan menyempurnakan untukmu nikmatNya
lahir batin”. (qs. luqman : 20)
“Dia
telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya”. (qs.
hud : 61)
ep :
Lagi dan lagi bangsa ini punya hal itu, lihat “Konstitusi” NKRI pasal 33.
Lagi dan lagi bangsa ini punya hal itu, lihat “Konstitusi” NKRI pasal 33.
cy.p :
1. “Guideline of life” sebagai pedoman hidup, dalam hal ini berupa nash (al quran dan as sunnah), bukan cuma diakui keberadaannya, tapi harus ada wujud yang nyata dalam pelaksanaannya!.
1. “Guideline of life” sebagai pedoman hidup, dalam hal ini berupa nash (al quran dan as sunnah), bukan cuma diakui keberadaannya, tapi harus ada wujud yang nyata dalam pelaksanaannya!.
2.
Keseimbangan antara akal/aql (logika akali) yang berupa ilmu empirik dan
intuitif/nafs (logika fitrah) yang berupa ilham.
clp :
1. The logic foundation,
2. Kebebasan yang sebebas-bebasnya, tanpa adanya ketentuan dari sebuah pedoman, yang telah menafikkan nilai religi dan nilai moral.
1. The logic foundation,
2. Kebebasan yang sebebas-bebasnya, tanpa adanya ketentuan dari sebuah pedoman, yang telah menafikkan nilai religi dan nilai moral.
Wujud
serta impelementasi daripada konsep inilah yang telah melahirkan
manusia-manusia terbaik/pilihan yang pernah ada disepanjang peradaban manusia.
“Kamulah
sebaik-baik ummat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf
dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”. (qs. ali imran :110)
Mereka
ialah para anbiya as beserta orang-orang yang mengikuti mereka, diantaranya
nabi Syits as dan Idris as dengan sekelompok masyarakat yunani kuno, nabi
Ibrahim as dan Ismail as dengan masyarakat arab kuno, nabi Musa as dan Harun as
dengan sekelompok manusia dari kaumnya bani israel pada peradaban mesir kuno,
nabi Isa as dengan para sahabatnya (al hawariyyun) beserta sekelompok orang
yang mengikutinya, dan sampai kepada baginda Muhammad Rasulullah saw bersama para
sahabat ra dan pengikutnya.
Merekalah
yang tadinya dalam kegelapan (jahiliyah), telah di didik/digembleng oleh
baginda Rasulullah saw akan perkara iman terlebih dahulu dan terutama (selama
13 tahun), kemudian barulah di didik akhlak (attitude) mereka, di didik juga
bagaimana mereka harus berbuat serta bagaimana seharusnya mereka berhubungan
dengan “The three variables”.
Mereka
para sahabat ra, yang diantaranya :
Abu bakar as shiddiq ra
Umar bin khatab ra
Ustman bin affan ra
Ali bin abu thalib ra
Thalhah ra
Zubbair ibnu awwam ra
Sa’ad bin abi waqash ra
Said bin zaid ra
Abdurahman bin auf ra
Abu ubaidah ibnu jarrah ra, etc.
Merekalah yang tadinya diperbudak isi kepalanya dengan dunia, yang kemudian telah mampu meletakkan dunia dibawah telapak kaki mereka-mereka, karena telah paham dengan dunia yang bukan “tujuan” melainkan hanya berupa “keperluan” saja. Mereka adalah dai, alim, juga ahli ilmu (ahli hal kepemimpinan, ahli dalam strategi perang, ahli dalam berdagang/bisnis, ahli dalam hal ketatanegaraan dan diplomasi, etc).
Abu bakar as shiddiq ra
Umar bin khatab ra
Ustman bin affan ra
Ali bin abu thalib ra
Thalhah ra
Zubbair ibnu awwam ra
Sa’ad bin abi waqash ra
Said bin zaid ra
Abdurahman bin auf ra
Abu ubaidah ibnu jarrah ra, etc.
Merekalah yang tadinya diperbudak isi kepalanya dengan dunia, yang kemudian telah mampu meletakkan dunia dibawah telapak kaki mereka-mereka, karena telah paham dengan dunia yang bukan “tujuan” melainkan hanya berupa “keperluan” saja. Mereka adalah dai, alim, juga ahli ilmu (ahli hal kepemimpinan, ahli dalam strategi perang, ahli dalam berdagang/bisnis, ahli dalam hal ketatanegaraan dan diplomasi, etc).
Ada
lagi mereka yang mengikuti para sahabat ra, mereka yang dari golongan tabi’in,
yang diantaranya :
Said al
musayyib rah
Urwah ibnu zubair rah
Al hasan basri rah, etc
dan dari golongan ulama, mereka diantaranya :
Urwah ibnu zubair rah
Al hasan basri rah, etc
dan dari golongan ulama, mereka diantaranya :
Abu
hasan al asy’ari rah
Imam syafi’i rah
Imam hanafi rah
Imam hambali rah
Imam malik rah
Imam ghazali rah
Syaikh abdul qadir jaelani rah
Syaikh maulana muhammad ilyas rah, etc
Imam syafi’i rah
Imam hanafi rah
Imam hambali rah
Imam malik rah
Imam ghazali rah
Syaikh abdul qadir jaelani rah
Syaikh maulana muhammad ilyas rah, etc
Dan
kemudian, mereka yang sebagai pemimpin, dan ilmuwan abad pertengahan, mereka
diantaranya :
Khalifah
harun al rasyid
Khalifah umar bin abdul aziz
Al idris
Al farabi
Al jabari
Al jazari
Al kindi
Al khawarizmi
Al battani
Ibnu sina
Ibnu khaldun
Ibnu rushd, etc.
Khalifah umar bin abdul aziz
Al idris
Al farabi
Al jabari
Al jazari
Al kindi
Al khawarizmi
Al battani
Ibnu sina
Ibnu khaldun
Ibnu rushd, etc.
Mereka
adalah dai, alim, ahli agama dan ahli dalam bidang keilmuwan mereka (ahli dalam
hal kepemimpinan/leadership, ekonomi, sosial, ketatanegaraan, diplomasi,
kesehatan, kedokteran, kejiwaan, astronomi, geografi, fisika, kimia,
matematika, sastra, etc). Dan semua mereka pantas disebut sebagai orang-orang
polimath, karena bisa bukan disatu bidang saja tapi lebih.
Dan
lagi untuk bangsa ini pun mereka ada atau pernah ada, mereka diantaranya :
9 wali
Fatahillah (faletehan)
Nurudin ar ramiri
Imam bonjol
Pangeran diponegoro
Kiai mojo
Kh. hasyim asyari
Buya hamka, etc
Dan untuk semua mereka-mereka yang saya tidak sebut juga tidak saya ketahui, tapi yang pasti Allah maha mengetahui, sedangkan nama-nama mereka telah disebut-sebut dimajelisnya para malaikat.
Fatahillah (faletehan)
Nurudin ar ramiri
Imam bonjol
Pangeran diponegoro
Kiai mojo
Kh. hasyim asyari
Buya hamka, etc
Dan untuk semua mereka-mereka yang saya tidak sebut juga tidak saya ketahui, tapi yang pasti Allah maha mengetahui, sedangkan nama-nama mereka telah disebut-sebut dimajelisnya para malaikat.
cnt :
Artikel ini didedikasikan secara umum, atas dasar fikir dan risau untuk umat seluruh alam!.
– Manusia dalam hal ini, yang memilih jalan kehidupan yang baik, yang bukan menurut kita (yang diciptakan), tapi baik menurut Rabb (yang menciptakan).
Artikel ini didedikasikan secara umum, atas dasar fikir dan risau untuk umat seluruh alam!.
– Manusia dalam hal ini, yang memilih jalan kehidupan yang baik, yang bukan menurut kita (yang diciptakan), tapi baik menurut Rabb (yang menciptakan).
“Dan
sudah diilhamkan di
tiap diri untuk memilih mana
jalan kebaikan dan mana jalan keburukan”. (qs. asy syams : 8)
Dan
serta secara khusus, untuk tiap diri manusia-manusia bangsa ini!.
“bangunlah jiwanya bangunlah raganya untuk Indonesia Raya”
..
“bangunlah jiwanya bangunlah raganya untuk Indonesia Raya”
Ehmm..akhir
kata “Wassalamualaikumwrwb”..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar